latest articles

A. Latar Belakang


Kejahatan dapat terjadi di mana saja dan oleh siapa saja dengan korban mulai dari remaja sampai dengan orang dewasa. Berbicara mengenai kejahatan maka tidak dapat melupakan masyarakat sebagai tempat timbulnya kejahatan atau dengan kata lain bahwa kejahatan selalu ada dalam masyarakat. Berkembang seiring dengan perkembangan kehidupan manusia. Ketika sekarang kita memasuki era globalisasi maka jenis kejahatannya juga mendeskripsikan karakter masyarakat global.
            Dalam hal teknologi informasi, selain ada hal positif yang bisa dimanfaatkan oleh setiap masyarakat, juga menyimpan kerawanan yang tentu saja sangat membahayakan. Bukan hanya soal kejahatan konvensional yang gagal mengedepankan prinsip kemanusiaan, tetapi juga munculnya kejahatan di dunia maya yang berhubungan dengan realitas masyarakat di dunia nyata.
            Munculnya kejahatan bernama “cyberspace” atau dengan nama lain “cybercrime” merupakan contoh kerawanan. Cyber crime merupakan salah satu bentuk atau dimensi baru dari kejahatan masa kini yang mendapat perhatian luas di dunia internasional. Volodymyr Golubev menyebutkan sebagai the new form of anti-social behavior (bentuk baru dari perilaku anti sosial). Cyber crime merupakan satu sisi gelap dari kemajuan teknologi yang mempunyai dampak negatif sangat luas bagi seluruh bidang kehidupan modern saat ini.
            Kejahatan ini merupakan tindak kejahatan melalui jaringan sistem komputer dan sistem komunikasi baik lokal maupun global (internet) dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual dengan melibatkan pengguna internet sebagai korbannya. Kejahatan tersebut seperti misalnya manipulasi data (the Trojan Horse), Spionase, Hacking, penipuan kartu kredit online (Carding), merusak sistem (Cracking), peng-copy-an data dari kartu ATM (Skimming ATM) dan berbagai macam lainnya. Pelaku cybercrime ini memiliki latar belakang kemampuan yang tinggi di bidangnya sehingga sulit untuk melacak dan memberantasnya secara tuntas.
            Perkembangan Teknologi Informasi (TI) juga merambah Lembaga Perbankan. Lembaga Perbankan merupakan lembaga yang bertumpu pada kepercayaan masyarakat sehingga dikenal adanya kerahasiaan bank. Konsekuensinya apabila masyarakat sudah tidak mempercayai lagi suatu bank, bank tersebut akan rentan terhadap serbuan masyarakat yang menarik dana secara besar-besaran (Bank Runs) sehingga berpotensi merugikan deposan dan kreditor bank. Selanjutnya, dampaknya tidak menutup kemungkinan bank tersebut akan ambruk, bahkan menyebar ke bank-bank lainnya dengan cepat.
ATM atau yang lebih dikenal dengan nama Anjungan Tunai Mandiri merupakan suatu terminal/mesin komputer yang terhubung dengan jaringan komunikasi bank, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi keuangan secara mandiri tanpa bantuan dari teller ataupun petugas bank lainnya.
Melalui ATM, nasabah bank dapat mengakses rekeningnya untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, yaitu transaksi penarikan tunai dan transaksi non tunai, seperti pengecekan saldo, pembayaran tagihan kartu kredit, pembayaran tagihan listrik, pembelian pulsa, dan sebagainya. Namun dengan berkembangan dunia teknologi yang semakin canggih dalam penggunaan mesin ATM, maka semakin canggih pula kejahatan yang timbul.

Read more